* Jangan membawa anak kecil untuk menonton film ini.
** Jika kalian memiliki mental ilness atau perasaan yang sensitif diharapkan tidak menonton film ini.
*** Artikel ini berisi spoiler.
"Film ini bukan buat semua orang" adalah hal pertama yang gw pikirin setelah keluar dari ruangan bioskop. Kenapa? Karena anak kecil dan orang-orang yang mempunyai mental ilness diharapkan jangan menonton film ini. Kenapa? Bahkan gw yang ga punya gejala-gejala tersebut keluar dari bioskop dengan keadaan pusing karena film ini. Dan alasannya bakalan gw gambarin di review film Joker ini.
Film Joker sukses membuat dunia DC sedikit kembali ke masa kejayaannya setelah kesuksesan film Aquaman dan Shazam. Film Joker ini dapat menciptakan ikon DC yang memiliki cerita yang gelap seperti dulu.
Sekedar warning, kalau kalian ingin mencari film yang mempunyai full action atau cerita bahagia maka kalian tidak akan menemukan hal tersebut di film ini. Film yang menceritakan kisah Arthur Fleck (yang diperankan oleh Joaquin Phoenix) ini bisa membuat kalian sedih dan miris dengan cerita di dalamnya. Bahkan gw hampir nangis di awal film saat Arthur dibully sama kumpulan anak kecil.
Film ini menceritakan kesuraman hidup yang dialami oleh Arthur Fleck yang akhirnya menciptakan karakter villian paling terkenal di DCU yaitu Joker. Arthur Fleck tadinya merupakan orang biasa yang pada akhirnya berubah menjadi penjahat karena serangkaian peristiwa yang menimpanya terus menerus.
Di bully oleh banyak orang, hidup dalam kemiskinan, ditusuk dari belakang oleh rekan kerjanya sendiri, di khianati dan tidak diakui merupakan rangkaian peristiwa yang membuat Arthur Fleck berubah menjadi Joker. Hal ini diperparah oleh penyakit Schizophrenia yang diidapnya.
Schizophrenia merupakan penyakit dimana penderitanya akan berhalusinasi akut dan bahkan tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan imajinasi. Hal ini dibuktikan dari Arthur yang harus meminum banyak jenis obat untuk meredam penyakitnya. Tapi sayangnya tempat dimana ia bisa mendapatkan obat harus ditutup karena kekurangan dana dan apa penyebabnya?
Arthur gila..
Ia sudah tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang imajinasi dan hal tersebut dibuktikan dari scene dimana ia berhalusinasi berpacaran dengan Sophie yang padahal kenyataannya tidak demikian.
Sudah gila tertimpa tangga pula..
Kesuraman hidup Arthur tidak berhenti di dia menjadi gila karena tidak mendapatkan obat saja. Ada satu scene yang menurut gw menjadi pembalik di film ini yaitu saat Arthur mengetahui bahwa Penny Fleck bukan orang tua aslinya dan ternyata ibunya tersebut juga mengidap Schizophrenia. Dan ibunya lah penyebab Arthur juga mengidap Schizophrenia (karena Schizophrenia disebabkan oleh memori buruk).
Lengkap sudah penderitaannya..
Serangkaian peristiwa tersebut membuat Arthur kehilangan harapannya dan sudah tidak takut lagi dengan apapun seperti karakter Joker yang sesungguhnya.
Hal ini diperlengkap dengan kejadian warga kota yang protes kepada pemerintah dengan menjadikan ikon badut sebagai ikon pemberontakan dan Arthur dibuat menjadi simbol perlawanan tersebut. Disini lahirlah sisi psikopat yang dimiliki oleh Joker saat ia melihat kerusuhan dan malah menikmatinya.
Kesimpulan :
Film ini akan membuat orang yang menonton filmnya merasa tidak nyaman selama film berlangsung dari awal hingga akhir. Pewarnaan di film ini sangat sempurna karena bisa menggambarkan sisi suram di setiap adegannya dan juga yang perlu kita puji adalah akting Joaquin Phoenix sebagai Joker yang sangat memukau.
Bagi kalian yang berharap Joker yang merupakan mastermind di film ini maka kalian harus membuang jauh-jauh harapan kalian karena film ini merupakan cerita bagaimana karakter Joker terbentuk. Bukan Joker yang merupakan otak segala kriminal tetapi Joker yang menjadi gila dan akhirnya tidak takut akan apapun lagi serta memiliki jiwa seorang psikopat.
Overall Score : 9/10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar